Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Sperma / Sperm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sperma / Sperm. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juni 2013

Sering Kesakitan Saat Bercinta, Mungkin Pertanda Diabetes

Satu lagi dampak merugikan dari penyakit diabetes. Sebuah riset yang dilakukan di AS menyebutkan bahwa wanita yang menderita diabetes berpotensi kesakitan saat berhubungan seksual. Kok bisa?
Untuk mengetahui hal ini tim peneliti dari University of California mengumpulkan lebih dari 2.000 wanita berusia 40-80 tahun. Dari riset tersebut diketahui bahwa wanita yang menderita diabetes memiliki tingkat kepuasan seksual yang lebih kecil ketimbang wanita yang tidak memiliki diabetes.
Ketidakpuasan tersebut terjadi akibat rasa sakit yang dialami saat berhubungan seks. Janis Roszler, RD, seorang pakar diabetes sekaligus penulis buku ‘Sex and Diabetes’ mengatakan dalam bukunya, tingginya kadar gula darah dapat mempengaruhi kehidupan seksual karena penderita diabetes kerap mengalami vagina kering,” seperti dikutip WebMD.
Minimnya cairan lubrikasi saat berhubungan seks dapat memunculkan rasa sakit, apalagi jika hubungan seks yang dilakukan menggebu-gebu. “Ketika wanita sudah merasakan sakit, dia bisa merasa sakit seterusnya dan tegang,” tambah Roszler.
Penderita diabetes juga rentan terinfeksi jamur pada daerah kewanitaan. jamur tersebut juga dapat memicu terjadinya vagina kering sehingga kurang nyaman saat melakukan aktivitas seksual.
Penyakit diabetes sebenarnya dapat dicegah sejak dini, yakni dengan rajin berolahraga dan mengurangi konsumsi makanan yang berkadar gula tinggi.SB

Silahkan klik link artikel dibawah ini :

Senin, 13 Mei 2013

Yuk Perhatikan Daftar Makanan Pendongkrak Mutu Sperma


Makanan yang dikonsumsi juga dapat mempengaruhi kualitas sperma. Makanan apa sajakah itu?
Askbaby.com dan health4youonline.com melansir, makanan yang kaya protein seperti tiram, daging kambing, kalkun, gandum, buncis, daging merah, kacang, alpukat, pisang, dan almond dapat meningkatkan produktifitas sperma.
Seorang pria juga disarankan untuk makan makanan mengandung zat besi dan asam amino seperti bayam, rumput laut, putih telur, atau daging unggas karena juga baik untuk meningkatkan kualitas sperma.
Beberapa zat lain yang juga turut berperan untuk menghasilkan kualitas sperma lebih baik seperti likopen yang terdapat pada tomat, anggur merah, dan jambu biji merah. Zat folate juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas sperma yang terdapat pada asparagus, brokoli, jeruk, sayuran hijau, atau gula bit.
Menkonsumsi seledri mentah juga baik untuk sperma karena mengandung androsterone yang baik untuk stimulasi seksual dan vitamin antioksidan seperti vitamin C, E, dan B12 yang berguna untuk meningkatkan produksi sperma.
Orang Impoten Bisa Dilihat dari Kakinya
Apa yang Menyebabkan Jumlah Sperma Menurun?
Sehatkah Sperma Anda?
Penyebab Kualitas Sperma yang 'Madesu'
http://id.she.yahoo.com/yuk-perhatikan-daftar-makanan-pendongkrak-mutu-sperma-015812855.html

Penyebab Kualitas Sperma yang 'Madesu'


Bagi pasangan lain, memiliki anak ternyata amat sulit sekali. Berbagai cara sudah dilakukan, namun tak juga menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Biasanya, wanita sering dituduh sebagai pemicu tak bisa memberikan keturunan. Padahal, pria juga memegang peranan penting, seperti kualitas spermanya. Karena, indikator penting kesuburan pria adalah sperma.
Bila pria dewasa namun belum mampu membuat istrinya hamil, maka perlu curigai kualitas spermanya. Mungkin saja spermanya masuk dalam kategori 'madesu' (masa depan suram).
Menurut Dr. Noroyono Wibowo, SpOG (K) selaku Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesi (POGI), terdapat beberapa penyebab yang dapat menurunkan kualitas sperma pria.
Tidak memvariasikan makanan
Para pria yang ingin sehat tak hanya harus mengonsumsi makanan sehat dan komplit namun juga memvariasikannya. Pola makan akan mempengaruhi produksi sperma.
"Banyak orang yang 'mendewakan' satu jenis makanan saja. Padahal ada vitamin tertentu yang tidak terdapat di jeruk, maka harus mengonsumsi buah-buahan lain. Sama seperti, protein yang terdapat dalam daging kambing, pasti berbeda dengan protein dalam daging sapi, ayam atau ikan. Jadi, perlu divariasikan demi kecukupan nutrisi," jelasnya.
Tidak berolahraga
Pria yang secara teratur melakukan olahraga lebih cenderung memiliki produksi dan kualitas sperma yang lebih baik.
"Karena, orang yang malas bergerak biasanya malah sakit," paparnya.
Pola hidup tak sehat
Membiasakan tidur malam tepat waktu ternyata cukup membantu meningkatkan jumlah dan kelincahan sperma.
"Percuma juga, jika pola makan baik dan rutin berolahraga, tetapi selalu tidur larut malam atau begadang. Hal ini akan menurunkan kualitas sperma Anda," tegasnya.
Merokok
Jika Anda masih menjadi perokok aktif hingga saat ini, maka segera berhentilah. Selain menyebabkan berbagai masalah kesehatan, merokok juga memengaruhi jumlah dan kualitas sperma.

Sehatkah Sperma Anda?


Sperma merupakan salah satu aset yang paling berharga bagi kesuburan pria, karena sperma membawa sifat-sifat pemiliknya yang diteruskan kepada keturunannya melalui proses reproduksi.

Kualitas sperma yang dihasilkan pria dipengaruhi oleh kondisi kesehatannya selama proses pembentukan sperma. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas sperma adalah asupan nutrisi yang diperoleh dari makanan.

Ibaratnya pupuk bagi tanaman maka zat gizi dalam makanan akan menjaga agar sperma tetap menjadi bibit unggul pria.

Penelitian yang dilakukan oleh dr. Jorge Chavarro, seorang asisten profesor dari Harvard School of Public Health, mengungkapkan bahwa konsumsi lemak trans (trans fat) berkorelasi langsung dengan konsentrasi sperma.

Dalam pertemuan tahunan American Society for Reproductive Medicine di Orlando pada Oktober tahun lalu, seperti dikutip dari jurnal kesehatan Fertility and Sterility, "Semakin tinggi asupan lemak trans maka semakin rendah konsentrasi sperma seorang pria."

Lemak jenis ini banyak dijumpai pada makanan siap saji (fast food). Oleh karena itu untuk menjaga konsentrasi sperma tetap normal sebaiknya Anda menghindari makanan siap saji.

Indikator kesuburan sperma lainnya adalah pergerakan (motility) sperma dalam membuahi sel telur. Kaitan pengaruh asupan makanan terhadap pergerakan sperma dijelaskan oleh peneliti lainnya dari Harvard School of Public Health, Audrey Gaskins.

Dalam forum yang sama dengan Chavarro, Ia memaparkan hasil penelitiannya bahwa prudent diet yaitu pola makan sehat yang kaya asupan ikan, buah-buahan segar, sayuran, kacang-kacangan, dan gandum utuh (whole grain) terbukti mampu meningkatkan pergerakan sperma.

Sebaliknya western diet yang mengandung banyak daging merah, karbohidrat refinasi (refined carbs), manisan, dan minuman energi memiliki efek buruk terhadap pergerakan sperma.

Selain pergerakan dan konsentrasi sperma, indikator kesuburan sperma adalah bentuk (morfologi) sperma. Dr. Spence Pentland, seorang Fellow of the American Board of Oriental Reproductive Medicine dalam situs pribadinya menjelaskan bahwa makanan yang kaya akan anti oksidan mampu mencegah kerusakan sperma akibat radikal bebas.SB
Orang Impoten Bisa Dilihat dari Kakinya
Apa yang Menyebabkan Jumlah Sperma Menurun?
Penyebab Kualitas Sperma yang 'Madesu'
Yuk Perhatikan Daftar Makanan Pendongkrak Mutu Sperma

Apa yang Menyebabkan Jumlah Sperma Menurun?

Menurut hasil temuan para peneliti di Denmark, lemak jenuh dapat dikaitkan dengan menurunnya jumlah sperma pada pria.

Studi baru ini menemukan bahwa pria muda yang mengonsumsi lemak jenuh akan memiliki konsentrasi sperma yang rendah, demikian laporan New York Daily News. Lemak jenuh, seperti yang ditemukan dalam keju dan daging, ternyata tak hanya menambah bobot pria, tetapi juga terkait dengan jumlah sperma.
Menurut hasil penelitian ini, pria yang makan lemak jenuh memiliki konsentrasi sperma 38 persen lebih rendah dan jumlah sperma 41 persen lebih rendah, ketimbang para pria yang sedikit makan lemak.
Menurut Tina Jensen, penulis utama studi dari Rigshospitalet di Kopenhagen, tidak dapat dikatakan bahwa lemak memiliki efek kausal, tetapi penelitian lainnya telah menunjukkan bahwa asupan lemak jenuh telah menunjukkan koneksi ke masalah lain, termasuk jumlah sperma.
Untuk studi mereka, Jensen dan rekan-rekannya mensurvei dan memeriksa sebanyak 701 pria Denmark muda (sekitar 20 tahun) dan melakukan pemeriksaan untuk militer antara 2008 dan 2010.
Mereka juga ditanyai tentang makanan yang mereka makan selama tiga bulan sebelumnya, dan kemudian meminta sampel air mani. Para peneliti kemudian membagi hasil menjadi empat kelompok tergantung pada seberapa banyak asupan energi pria yang berasal dari lemak jenuh, dan dibandingkan berapa banyak sperma pria dalam setiap kelompok.
Para pria yang mengonsumsi 11,2 persen energi dari lemak jenuh memiliki konsentrasi sperma rata-rata 50 juta per mililiter air mani dan jumlah sperma total sekitar 163 juta. Itu dibandingkan dengan 45 juta sperma per mililiter air mani dan jumlah 128 juta pada pria yang mengonsumsi lebih dari 15 persen energi dari lemak jenuh.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 15 juta sperma per mililiter air mani sebagai jumlah yang normal.
Meski studi ini tidak dapat menentukan apakah faktor-faktor gaya hidup lainnya yang mungkin menjelaskan keterkaitan, Jensen mengatakan temuannya ini sebagian bisa menjelaskan studi yang telah menemukan bahwa jumlah sperma kian menurun di seluruh dunia.

Orang Impoten Bisa Dilihat dari Kakinya

Baru-baru ini sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemology menunjukkan bahwa disfungsi ereksi/impotensi bisa dideteksi dari bagian tubuh yang lain, yaitu kaki.

Adalah tim peneliti dari Harvard Medical School yang menyimpulkan penemuan ini setelah membagikan kuesioner kepada lebih dari 10.000 pria untuk mengetahui riwayat restless leg syndrome (RLS), suatu kondisi di mana kaki terasa sangat tidak nyaman ketika sedang duduk atau berbaring.
Hasil menunjukkan lebih dari 20 persen pria yang mengalami restless leg syndrome (RLS) juga mengalami disfungsi ereksi alias impotensi. Peneliti beranggapan bahwa kurangnya hormon dopamin pada sebagian besar penderita restless leg syndrome adalah penyebabnya.
Hormon tersebut merupakan neurotransmitter utama agar seorang pria bisa ereksi. Xiang Gao, MD selaku pimpinan penelitian mengatakan, “ Minimnya kadar dopamin dalam tubuh bisa memicu disfungsi ereksi,” seperti dikutip Menshealth.
Tanda dan gejala RLS biasanya terjadi rasa tidak nyaman pada betis, paha, atau kaki secara keseluruhan. Tanpa sadar penderita RLS biasanya akan menggerak-gerakan kakinya seperti sedang menjahit atau menendang-nendangkan kakinya saat tidur.SB
 Apa yang Menyebabkan Jumlah Sperma Menurun? 
Sehatkah Sperma Anda?
Penyebab Kualitas Sperma yang 'Madesu'
Yuk Perhatikan Daftar Makanan Pendongkrak Mutu Sperma

Minggu, 05 Mei 2013

Haid ala Pria Disebut IMS, Bikin Pria Mudah Emosi

oleh Melly Febrida
Wanita suka uring-uringan jika menghadapi menstruasi atau lebih dikenal dengan Premenstrual syndrome (PMS). Tapi, pernahkan Anda melihat pria sering uring-uringan pada waktu tertentu dalam sebulan? Dan ternyata itu karena pria juga mengalami PMS.

Tentu saja, PMS yang dialami pria tidak berhubungan dengan persiapan rahim dan telur untuk pembuahan. Tapi, beberapa PMS pria itu disebut dengan IMS (Irritable Male Syndrom).

Seperti dikutip Cosmopolitan, Sabtu (4/5/2013), IMS dikaitkan dengan menurunnya kadar testosteran, hormon yang bisa meningkatkan libido pria. IMS bisa terjadi kapan saja karena kadar testosteron berfluktuasi pada siang hari. Tapi, hormon itu cenderung paling tinggi pada pagi hari dan menurun seiring berjalannya hari.

Hormon testosteron bisa mengurang karena beberapa faktor. Mulai dari stres, mengubah pola makan, dan apa saja yang bisa memengaruhi testosteron pria. Inilah yang menyebabkan PMS Pria.

Saat mengalami IMS, pria juga memiliki perasaan seperti saat wanita mengalami PMS baik secara psikis maupun emosional. Pria jadi sering marah-marah dan murung. Pria yang IMS juga merasa sangat cemas, depresi, dan rendah diri.

Ketika pria IMS, berusahalah bicara dengannya dan konsultasilah ke dokter jika situasi makin mengkhawatirkan. Dokter bisa meresepkan obat atau membantu mengatur perubahan diet, saran menghilangkan stres, hormon, obat-obatan yang diperlukan.Sumber Bacaan