Total Tayangan Halaman

Jumat, 12 Juli 2013

Lesu Lelah Bukan Kurang Darah

sumber google
Pernah meras tiba-tiba tubuh Anda mudah lemah, mudah sakit, wajah menjadi lebih pucat dan kurang bersemangat. Mungkin itu hanya sebuah gejala kurang darah. Tapi jangan anggap enteng semua gejala itu, bisa saja itu gejala adanya kerusakan dalam sistem organ tubuh.
Disadari atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali kuman, racun (toksin) berada disekitar kita dan kita hidup bersama dengan mereka. “Ribuan hingga jutaan toksin berada di sekeliling kita dan siap masuk untuk melawan sistem kekebalan ubuh kita,” kata dr. Fahmi Idris Ketua Ikatan Dokter Indonesia, di Jakarta.
Bila dibiarkan dalam tubuh, racun-racun tersebut perlahan-lahan akan membahayakan kesehatan tubuh manusia. Dalam tubuh, tumpukan toksin itu bisa merusak sistem organ organ tubuh sehingga menyebabkan tubuh mudah lelah, mudah sakit, wajah terlihat pucat, dan kurang bersemangat. “Manusia sering dihinggapi oleh toksin-toksin itu, lantaran karena pengaruh lingkungan dan akibat gaya hidup yang tidak sehat.” Ujarnya.
Orang yang tinggal dekat dengan tempat pembuangan limbah, kotor, asap atau emisi gas buangan kendaraan bermotor, sangat rawan terhadap serangan toksin. Selain itu, makanan yang dimakan juga bisa mengandung toksin yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh.
Begitu juga dengan obat farmasi. Apabila sulit diproses didalam tubuh, obat-obatan farmasi lama-lama akan menjadi racun didalam darah. Dampaknya akan merusak organ penting didalam tubuh.
Namun, dari semua itu gaya hidup manusia memiliki pengaruh yang besar terhadap serangan toksin. “orang yang terbiasa merokok dan terkena asap rokok besar kemungkinan terkena serangan penyakit jantung, kanker paru-paru, dan lainnya yang diakibatkan dari pengaruh toksin-toksin yang terdapat didalam rokok” tegasnya.
Toksin yang sebagian besar larut kedalam lemak, bila mengalami akumulasi dalam otak dan kelenjar endokrin, maka dapat menimbulkan disfungsi otak dan gangguan hormon (kesuburan). Jika tidak dibersihkan timbunan toksin akan mengakibatkan iritasi, peradangan pada jaringan, menurunkan fungsi normal dari setiap organ tubuh. Selain itu juga akan merusak proses metabolisme tubuh dan menimbulkan beragam penyakit berbahaya, seperti alergi, asma, keterbelakangan mental, jantung, dan kanker.
Untuk menetralkannya tubuh manusia memiliki mekanisme detoksifikasi yang mengeluarkan racun-racun dari dalam tubuh. "Tuhan telah menciptakan liver sebagai pusat detoksifikasi alamiah yang mampu menetralisasikan semua racun didalam tubuh. Liver, organ paling utama dalam proses detok didalam tubuh, melakukan detoksifikasi setiap hari" katanya.
Ada dua fase proses detox, pertama liver mengubah sifat racun dari toksin atau dinetralkan. Kedua, toksin yang telah dinetralkan diubah sifat senyawanya sehingga larut dalam air dan dibuang keluar tubuh lewat urine dan keringat.
Tapi, kerja liver ini bisa terganggu jika racun terlalu banyak mengendap ditubuh kita. Akibatnya, fungsi liver bisa menurun. Tanda-tanda menurunnya fungsi liver, antara lain ditandai dengan tubuh mudah lelah, mual, kembung, beratbadan naik, asam urat naik, kadar kolesterol tinggi, masuk angin, kram, mudah lapar, hingga otot-otot terasa pegal.
Bila gejala-gejala seperti itu dibiarkan saja tanpa ada upaya untuk memperbaiki fungsi liver, dampaknya bisa memunculkan penyakit degeneratif, seperti kanker, pengerasan liver, kencing manis, darah tinggi, jantung koroner, stroke, dan penuaan dini.
Para pakar kesehatan mengemukakan kesehatan tubuh itu sebenarnya berawal dari usus besar yang sehat. Pola makan dan pola hidup yang tak sehat akan menyisakan kerak yang menempel di dinding usus besar.
Selama kerak didinding usus besar tidak dibersihkan, proses penyerapan racun akan terus berlangsung. Selanjutnya, racun akan masuk ke pembuluh darah dan membebani kerja liver sebagai pusat metabolisme yang bekerja membongkar semua sampah.
Meski secara alamiah tubuh manusia mampu melakukan detox setiap hari, kemampuan tubuh manusia untuk membuang toksin terbatas. Ditambah lagi jika gaya hidup tidak sehat dan lingkungan tempat tingal banyak polusi, kemampuan liver untuk melakukan detoksifikasi semakin tidak optimal.
Untuk mengoptimalkan kerja liver dalam melakukan detoksifikasi itu bisa dibantu dengan mengonsumsi makanan tambahan/suplemen.Produk makanan tambahan itu untuk mengoptimalkan kerja liver. Namun, menerapkan “ Gaya Hidup Sehat “ jauh lebih penting agar tak banyak jumlah racun yang masuk ke tubuh kita.SB
 
Silahkan klik link artikel dibawah ini :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar